egyptian contributions to medicine

The Egyptian Imhotep (2667 – 2648 BC) is the first physician in history known by name. The earliest known surgery in Egypt was performed in Egypt around 2750 BC. The Kahun Gynaecological Papyrus treats women’s complaints, including problems with conception. Thirty four cases detailing diagnosis and treatment survive, some of them fragmentarily. Dating to 1800 BC, it is the oldest surviving medical text of any kind. Medical institutions, referred to as Houses of Life are known to have been established in ancient Egypt as early as the 1st Dynasty.

Herodotus described the Egyptians as “the healthiest of all men, next to the Libyans”, due to the dry climate and the notable public health system that they possessed. According to him, “[t]he practice of medicine is so specialized among them that each physician is a healer of one disease and no more.” Although Egyptian medicine, to a good extent, dealt with the supernatural, it eventually developed a practical use in the fields of anatomy, public health, and clinical diagnostics.

Advertisements

Biografi singkat Abu Ja’far Muhammad bin Jarir At-Tabari

Biografi singkat Abu Ja’far Muhammad bin Jarir At-Tabari SIAPAKAH BELIAU ? Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad bin Jari At-Tabari, beliau lebih dikenal dengan nama at-Tabari atau Ibnu Jarir at-Tabari, beliau seorang sejarahwan dan ahli tafsir terkemuka kelahiran kota Amul, Tabaristan (di Iran) pada tahun 225 Hijriyah atau 839 sesudah Masehi. Continue reading “Biografi singkat Abu Ja’far Muhammad bin Jarir At-Tabari”

Waterfall Dwi Warna Medan – North Sumatra Indonesia

Air Terjun Dwi warna yang terletak di dalam hutan bumi perkemahan Pramuka sibolangit Medan – Sumatera Utara Indonesia

Hai guys saya akan sedikit bercerita tentang perjalanan saya menikmati indahnya alam anugerah dari sang pencipta , kali ini saya melangkahkan kaki saya untuk melihat dan menikmati betapa indahnya air terjun Dwi Warna yang terletak tengah hutan bumi perkemahan pramuka sibolangit medan … Continue reading “Waterfall Dwi Warna Medan – North Sumatra Indonesia”

KILAS BALIK PERSATUAN PELAJAR INDONESIA (PPI) IIUM

KILAS BALIK PERSATUAN PELAJAR
INDONESIA (PPI)
UNIVERSITI ISLAM ANTARABANGSA
MALAYSIA
Disusun Oleh: Sonny Zulhuda, dkk.

  • PPI-UIA yang kita ketahu sekarang adalah mata rantai pergerakan berjamaah dan berorganisasi mahasiswa Indonesia di UIAM.
  • Ini bisa ditelusuri dari inisiatif sekumpulan mahasiswa Indonesia ‘pendahulu’ yang telah memulai studi di UIAM sejak 1989.
  • Diantaranya adalah Sdr Zulfan Haidar, Sdr. Ghufron, Sdr. Rahman ‘Omen’, Sdri Riska dll. Para mahasiswa ini mendapatkan bimbingan langsung dari beberapa tokoh pergerakan Indonesia yang ada di Malaysia seperti Bpk. Abdullah Hehamahua, Bpk Saifullah dan juga Ust. Umar Tabi’i
  • Dengan latar belakang pengalaman berorganisasi yang berbeda-beda, mereka memikirkan perlu melanjutkan kesinambungan perjuangan berjamaah bagi membangun idealisme mahasiswa sebgai insan intelektual dan agen perubah sosial.
  • Mereka mendirikan sebuah forum yang berkembang menjadi organisasi bagi seluruh mahasiswa Indonesia di UIAM yang bernama Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Indonesia (FKMII), tepatnya pada 23 juli 1991.
  • Dipilih sebagai ketua pertamanya adalah Sdr. Syukur Tarigan, mahasiswa fakultas undang- undang, dan Sdr. Zulfan Haidar (HS-Psikologi) sebagai sekretaris umum
  • Sejak tahun 1992, kepemimpinan dirotasikan setiap tahunnya berdasarkan asas musyawarah. Sebab itulah mekanisme organisasi untuk memfasilitasi proses ini dinamakan ‘Majlis Musyawarah Tertinggi’ (MMT). Nama ini masih dipertahankan sampai sekarang.
  • Pada masa-masa awal ini kegiatan FKMII terfokus pada training anggota mencakupi persoalan bangsa, wawasan umat dan juga kerohanian
  • FKMII sebagai sebuah organisasi semakin menunjukkan efektivitasnya dengan memfasilitasi berbagai akrivitas mahasiswa Indonesia
  • Selain itu, FKMII juga aktif berpartisipasi dalam seri kegiatan yang diadakan oleh organisasi wadah mahasiswa internasional di UIAM, yaitu International Students Society (ISS).
  • Pada fase tahun 1994-1996, kegiatan FKMII mulai melebar kepada ‘dakwah bil hal’ dengan dimulainya training & rihlah bersama para pekerja Indonesia (TKI) dan juga beberapa kegiatan olahraga dengan siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK).

Key Milestone… MMT 1997

  •  Pada MMT FKMII tahun 1997, terjadi perdebatan sangat hangat mengenai usulan merubah nama FKMII menjadi PPI (waktu itu ‘Perhimpunan Pejalar Indonesia’) untuk diagendakan di dalam MMT. Usulan tersebut didasari oleh pertimbangan maksimalisasi efektivitas kegiatan organisasi baik internal maupun eksternal.
  • Setelah melalui perbincangan dan diskusi yang berkepanjangan, MMT 1997 memutuskan untuk melakukan perubahan nama dari FKMII menjadi PPI-UIAM. Dan juga ditetapkan bahwa PPI-UIAM tetap harus mempertahankan visi, misi dan karakteristik FKMII
  • Sejak itu, PPI-UIAM secara leluasa melebarkan dimensi kegiatannya terutama dalam merealisasikan objektif dakwah bil hal dan juga dapat menyinkronkan pergerakan mahasiswa dalam skala nasional bersama PPI-PPI lain di kampus-kampus di Malaysia.
  • Melalui berbagai kegiatannya, PPI-UIAM dapat hadir dalam segmen masyarakat Indonesia yang lebih luas di Malaysia, seperti:
  1. Pengajian bulanan di rumah-rumah staf KBRI
  2. Mengirim Khatib jumat di KBRI dan SIK
  3. Pesantren kilat di SIK (selama enam tahun berturut-turut)
  4. Training dan aktivitas dakwah bersama kmunitas pekerja Indonesia (terutama IPMI)
  5. Dan juga program-program kerjasama dengan mahasiswa-mahasiswa Indonesia di
    kampus lain seperti UM, UKM, UPM, dan USM
  • Selain itu, berbagai kegiatan internal masih dipertahankan dan dikembangkan seperti kursus bahasa, bedah buku, inter-disciplinary discussion, program mabit, usrah, IUC, olahraga, dan juga rihlah
  • PPI-UIAM juga sempat aktif terlibat mambantu anggotanya yang menemui kesulitan finansial melalui program pencarian donatur dan infaq

Visi, Misi dan Konstitusi

  • Visi FKMII adalah Keislaman, Kemahasiswaan dan Keindonesiaan. Misi FKMII adalah ‘Amar Ma’ruf Nahy Munkar’ dan ‘Ukhuwah Islamiyah,’
  • Visi dan misi FKMII ini tertuang dalam dokumen konstitusinya berupa ‘Piagam FKMII’. Piagam FKMII ini masih dipertahankan ketika FKMII berubah menjadi PPI-UIAM sebagai ‘bagian yang tidak terpisahkan’ dari AD/ART PPI UIAM.
  • Kini konstitusi PPI-UIAM disinkronkan dengan konstitusi PPI pusat dimana PPI-UIAM masih berwenang untuk menentukan garis besar perjuangan organisasinya sesuai dengan karakter khusus yang dimiliki oleh PPI-UIAM seperti yang tertuang dalam Piagam FKMII.